Belajar Git dan GitHUb Bersama Pak Piko (sesi ke-2)

Sebuah catatan kuliah murid tingkat pemula

Materi : Bermain Git di awan dan Berkolaborasi

Pemateri : Pak Herpiko Dwi Aguno

Kelas ini merupakan kelas lanjutan. Pada kelas sebelumnya kita sudah membahas siklus git di lokal. Sekarang, kita akan coba bermain git di awan dan berkolaborasi.

Seperti biasa, bentuk kelas ini adalah diskusi bebas. Siapa saja bebas memotong percakapan dan langsung bertanya. Peserta kelas yang memiliki jawaban lebih baik dan jelas bisa langsung diutarakan.

Ada beberapa penyedia layanan kolaborasi git di internet, seperti github, bitbucket, gitlab. Di sini kita akan pakai github. Layanan ini digunakan sebagai remote repository, dimana kita bisa menyimpan berkas-berkas kita, lengkap dengan catatan versi-versinya.

Salah satu contoh remote repositori adalah http://github.com/blankon/wiki. Kata ‘blankon’ mewakili user atau group pemilik repo. Sedangkan kata ‘wiki’ mewakili nama repo. Repo‐repo seperti ini bisa di‐forking, yaitu disalin ke akun kita.

Sebelum lanjut, yang ikut kelas mohon menyiapkan akun github.

Gambaran siklus kolaborasi github seperti ini :

  • Budi membuat proyek wiki di lokal
  • Budi mendorong proyeknya ke github, akhirnya beralamat di github.com/budi/wiki
  • Adi ingin berkontribusi atau kolaborasi ke proyek wiki
  • Adi mengunduh proyek wiki ke lokalnya, lalu melakukan penambahan atau perubahan
  • Adi ingin mendorong perubahannya ke repo milik Budi dengan cara;
    • mendorong terlebih dahulu ke repo sendiri,
    • lalu mengajukan proposal ke repo milik Budi.

Skenario lain :

  • Adi melakukan forking dari repo milik Budi. Sekarang Adi mempunyai repo wiki sendiri yang beralamat di github.com/adi/wiki
  • Adi mengunduh berkas dari reponya sendiri, melakukan perubahan, kemudian mendorong perubahannya kembali ke reponya sendiri
  • dari reponya sendiri, Adi mengajukan proposal perubahan ke repo milik Budi. Saat proposal masuk ke repo milik Budi, Budi bisa memilih untuk menerima maupun menolak proposal tersebut, berdiskusi dan lain sebagainya.

Forking adalah proses menyalin sebuah repositori ke akun milik kita. Outputnya, kita memiliki repositori dan berhak kita kelola sendiri. Pada dasarnya, kita hanya berhak mengotak-atik repositori milik kita sendiri. Pada contoh di atas, hanya Budi yang boleh mengotak ngatik github.com/budi/wiki. Dan hanya Adi yang boleh mengotak-atik github.com/adi/wiki.

Untuk mengikuti kelas ini, kita perlu;

  1. Memasang git di komputer kita
  2. Mengatur Informasi Pengguna
  3. Buat folder atau direktori
  4. Masuk ke folder atau direktori tersebut
  5. Inisiasi
  6. Membuat sebuah berkas / file
  7. Menambahkan berkas ke dalam git
  8. Menambahkan commit
  9. Membuat akun di github.com

Ketujuh langkah di atas dapat dilakukan dengan perintah-perintah berikut ini;

<code data-origin="


sudo apt-get install git git config --global user.name "[nama]" git config --global user.email "[alamat email]" mkdir puisidong cd puisidong git init touch hai.txt git add hai.txt 

" style="display: block;border: 1px solid rgb(204, 204, 204); white-space: pre; padding: 0.5em; margin: 0px;border-top-left-radius: 3px; border-top-right-radius: 3px; border-bottom-right-radius: 3px; border-bottom-left-radius: 3px; word-break: break-all; word-wrap: break-word; border: 1px solid rgb(204, 204, 204); padding: 0px 5px; margin: 0px 2px;font-size: 1em; font-family: Consolas, Inconsolata, Courier, monospace; letter-spacing: -1px; font-weight: bold;">sudo apt-get install git git config --global user.name "[nama]" git config --global user.email "[alamat email]" mkdir puisidong cd puisidong git init touch hai.txt git add hai.txt

Membuat Repository

  1. Buka github.com. Setelah login, di pojok ada simbol plus. Klik New repository. Kita akan membuat repo di akun masing-masing. Gambar 1: New Repository

  2. Isikan nama repo di Repository name

    Isian yang lain silakan disesuaikan. Jika sukses, masing-masing peserta akan punya repository baru yang beralamat di https://github.com/'namamu'/puisidong. Misalnya https://github.com/herpiko/puisidong

    Gambar 2: Repository name

  3. Masuk ke direktori kerja yang telah kita buat untuk praktek atau latihan git.

    git commit -m ‘hai’

Dari halaman puisidong kita dapat melihat dua jenis alamat; HTTPS dan SSH. Kedua alamat tersebut adalah alamat repositoru yang kita buat. Misalnnya: https://github.com/herpiko/puisidong.git. Sementara, kita salin alamat HTTPS‐nya.

Gambar 3: Alamat Repositori

Meremote Repositori ke dalam Direktori Kerja

  1. Kembali ke terminal dan masuk ke direktori kerja. Ketik perintah git remote add origin ‘alamat https yang tadi disalin’ misalnya https://github.com/herpiko/puisidong.git

    git remote add origin https://github.com/’namamu’/puisidong.git

    git remote -v

Perintah git remote add origin [alamat repo] ini berfungsi untuk meletakkan alamat repo git tadi ke direktori kerja git kita. Sedangkan git remote -v berfungsi untuk melihat daftar repositori yang kita kelola.

Menarik Berkas dari Repositori di GitHub

Jalankan perintah;

<code data-origin="


&gt;git fetch origin 

" style="display: block;border: 1px solid rgb(204, 204, 204); white-space: pre; padding: 0.5em; margin: 0px;border-top-left-radius: 3px; border-top-right-radius: 3px; border-bottom-right-radius: 3px; border-bottom-left-radius: 3px; word-break: break-all; word-wrap: break-word; border: 1px solid rgb(204, 204, 204); padding: 0px 5px; margin: 0px 2px;font-size: 1em; font-family: Consolas, Inconsolata, Courier, monospace; letter-spacing: -1px; font-weight: bold;">>git fetch origin

Menggabungkan Berkas dari Repositori di GitHub dan Berkas Git Lokal

Langkah ini dapat dilewati jika Repositori di GitHub masih kosong. Untuk menggabungkan berkas sekaligus mengurutkan kembali urutan commit, dapat kita gunakan perintah;

<code data-origin="


&gt;git rebase -i origin/master 

" style="display: block;border: 1px solid rgb(204, 204, 204); white-space: pre; padding: 0.5em; margin: 0px;border-top-left-radius: 3px; border-top-right-radius: 3px; border-bottom-right-radius: 3px; border-bottom-left-radius: 3px; word-break: break-all; word-wrap: break-word; border: 1px solid rgb(204, 204, 204); padding: 0px 5px; margin: 0px 2px;font-size: 1em; font-family: Consolas, Inconsolata, Courier, monospace; letter-spacing: -1px; font-weight: bold;">>git rebase -i origin/master

Bila muncul teks editor, simpan saja. Setelah selesai, akan ada pesan Successfully rebased ……

Mendorong Berkas Git Lokal ke Repositori di GitHub

<code data-origin="


&gt;git push origin master 

" style="display: block;border: 1px solid rgb(204, 204, 204); white-space: pre; padding: 0.5em; margin: 0px;border-top-left-radius: 3px; border-top-right-radius: 3px; border-bottom-right-radius: 3px; border-bottom-left-radius: 3px; word-break: break-all; word-wrap: break-word; border: 1px solid rgb(204, 204, 204); padding: 0px 5px; margin: 0px 2px;font-size: 1em; font-family: Consolas, Inconsolata, Courier, monospace; letter-spacing: -1px; font-weight: bold;">>git push origin master

Mengunduh Berkas-berkas dari Repository di GitHub ke Git Lokal

Kita dapat menggunakan perintah git clone [alamat repo]. Contoh: git clone https://github.com/herpiko/puisidong.git

<code data-origin="


&gt;git clone [alamat repomu] 

" style="display: block;border: 1px solid rgb(204, 204, 204); white-space: pre; padding: 0.5em; margin: 0px;border-top-left-radius: 3px; border-top-right-radius: 3px; border-bottom-right-radius: 3px; border-bottom-left-radius: 3px; word-break: break-all; word-wrap: break-word; border: 1px solid rgb(204, 204, 204); padding: 0px 5px; margin: 0px 2px;font-size: 1em; font-family: Consolas, Inconsolata, Courier, monospace; letter-spacing: -1px; font-weight: bold;">>git clone [alamat repomu]

Perintah git clone [alamat repo] ini akan memerintah kepada Git untuk mengunduh berkas-berkas dari suatu repositori. Pada latihan kali ini, perintah git clone akan mengunduh berkas-berkas dari https://github.com/’namamu’/puisidong dan menyimpannya pada direktori baru dengan nama puisidong. Direktori ini sudah terinisiasi dengan git, sudah ada daftar commitnya, dan sudah punya alamat repo remote default, yaitu origin.

Setelah proses clone selesai, kita dapat bekerja misalnya mengubah dan atau menambahkan suatu berkas. Setiap kali melakukan perubahan, kita perlu mencatat commit-nya pada git dan mendorongnya ke github.com dengan perintah pull. Cara kerja seperti ini dapat dijadikan sebagai salah satu sistem cadangan/back up berkas.

Advertisements